Traveling itu menyenangkan, tapi tidak menyenangkan saat menyusun rencana perjalanan yang akan melibatkan banyak kepala, minimal bagi saya sendiri. Saya agak kurang sabar dan ikhlas mendengarkan keluh kesah peserta trip walaupun itu teman saya sendiri. Jika ada 5 teman yang ingin ikut traveling, berarti akan ada 5 kepentingan dan kemauan yang harus diakomodasi. Biasanya saya dengan sukacita menyerahkan tugas awal ini kepada yang lain karena saya tahu sulitnya dan butuh segudang sabar menghadapi beberapa kepala.
 |
| Traveling lebih indah dengan teman-teman yang saling menghargai |
Sayangnya, ada beberapa, meskipun teman sendiri, dengan tanpa dosa bisa saja mengobrak-abrik rencana perjalanan yang sudah tersusun rapi. Tanpa menghargai jerih payah orang yang sudah bersusah payah menyusun dan mencari jalan tengah yang "enak" untuk semuanya. Menurut saya ada 4 tipe teman traveling yang baik (-nya dienyahkan), karena belum mulai perjalanan saja sudah bikin naik darah, tidak mau kan di tengah perjalanan kita kena serangan jantung menangani orang semena-mena ini.
1. Tipe "Firework"
Tipe ini yang selalu jadi kompor.
Propose lokasi-lokasi indah dengan
semangat 45, namun saat orang lain sudah serius menyusun anggaran, mencari-cari
informasi lebih lanjut, manusia ini perlahan-lahan menghilang gaungnya. Saat
orang lain sudah menetapkan hari keberangkatan dan menginformasikan biaya
perjalanan, manusia ini muncul dengan 1002 macam alasan berhalangan untuk ikut
dalam trip. Manusia ini selalu menggebu di awal lalu perlahan-lahan meredup
layaknya kembang api. Lain kali saat kita membolang tanpa memberitahukan
manusia ini, dia akan merengek, merajuk, kenapa dirinya tidak diajak.
 |
| FIREWORK, BABY!!! |
2. Tipe "Smart...ass"
Ajukan satu topik niscaya manusia ini akan selalu menyanggah dan mengeluarkan pendapatnya sendiri yang menurutnya lebih baik dan benar. Misal saat menetapkan untuk menggunakan satu jasa open trip, manusia ini akan berkata, sepertinya ada yang lebih murah dengan tujuan wisata yang lebih banyak. Atau saat kita berbicara tentang rute terefektif untuk menuju lokasi, manusia ini akan banyak mencela dan menyanggah. Karena manusia ini smart, coba saja minta tolong untuk menjadi penyusun acara. Serta merta manusia ini akan menolak dengan alasan sibuk...yesss you are smart ass
 |
| MAKE UR ASS USEFUL |
3. Tipe "Surprise"
Tipe ini lebih mengesalkan
dibanding sebelumnya. Manusia ini biasanya H minus seminggu sudah sibuk
tanya-tanya untuk persiapan dan memastikan kembali itinerary. H minus 3 atau 2, manusia ini sibuk bertanya tentang meeting point dan kembali lagi-lagi memastikan
itinerary. H minus beberapa jam
sebelum keberangkatan, SURPRISE!!,
manusia ini bisa membatalkan perjalanan tanpa alasan. Padahal dengan beralasan
kucing tetangga lagi kendurian juga minimal menghapus rasa kesal sedikit
daripada hanya membatalkan tanpa alasan jelas. Lalu berharap ditanya kenapa
membatalkan?? Maaf, saya sedang sibuk memastikan itinerary kembali.
 |
| EAT THAT |
4. Tipe "Plan B"
"Jadikan aku yang kedua,
buatlah diriku bahagia"
Cuma Astrid yang bahagia jadi
pilihan kedua. Bayangkan saat kita sibuk mengatur rencana perjalanan lalu ada
teman yang nyletuk "gue tanggal segitu ada acara dengan
teman yang lain, tapi kalau acaranya batal gue join dengan kalian yah!!,
Bisakan langsung ikutan saat hari H??" Sudah tinggl terima jadi, masih juga dijadikan cadangan. Kalian jadi back up plan jika weekendnya hambar,
lalu kalianlah yang menjadi penyelamat. Sementara kalau plan A nya berjalan
lancar, bhaaay teman-teman, saya
punya acara yang jauh lebih menarik.
 |
| BHU BHAY |
Menyusun suatu perjalanan akan ada banyak hal yang dipertimbangkan untuk membuat nyaman semua peserta. Segi biaya, pasti!, kemudahan saat akan memulai dan saat berlangsung trip, tentunya!. Jadi bayangkan jika budgeting sudah tersusun untuk 5 orang, tiba-tiba ada yang membatalkan secara mendadak. Biaya 5 orang harus ditanggung oleh 4 orang. Belum lagi misalnya ada hotel yang sudah dibooking, mubazir kan? Syukur-syukur kalau ada kesadaran untuk ikut membantu, tapi pada umumnya, kalau oknum tersebut batal ikut, ya... lempeng aja tanpa dosa.
Pengklasifikasian manusia ini sebenarnya hanya penilaian subjektif saya selama 5 tahun melakukan traveling dengan berbagai macam keunikan teman-teman saya. Jika ternyata tidak ada pembaca lain yang mengalami atau mempunyai tipe teman seperti ini, maafkan, mungkin saya berteman dengan mahluk Mars yang keunikannya patut diabadikan di acara televisi On The Spot.
Catatan C4ME :
1. Postingan ini tidak ditujukan ke oknum tertentu, namun jika ada yang merasa, saya tidak mohon maaf karena saya tidak bermaksud menyenggol hanya menyentil saja
2. Postingan ini hanya untuk memenuhi kuota posting seminggu sekali. Karena saya lelah membuat postingan dengan bahasa yang baku dan (belum tentu) benar, maka terciptalah posting nyinyir ini. Nyinyir sesekali agar hidup lebih indah.
3. Tidak cocok menjadi teman traveling bukan berarti putus hubungan sebagai teman sepenuhnya, camkan itu!
4. Posting ini memiliki rating PG-13, viewers dicretion advised
Label: Other