Ibis Jakarta Sentral Cawang ini letaknya hanya selemparan batu dari kantor saya. Persis di sebelah Rumah Sakit Pusat Otak Nasional dan di tepi ruas jalan tol Jakarta-Bekasi Timur. Tak jauh pula dari Bandara Halim Perdanakusuma dan akses Transjakarta tepat di depan pintu hotel. Berhubung ada beberapa kerjaan yang mengharuskan saya bolak balik kantor hingga larut, akhirnya saya memutuskan untuk bermalam di Ibis Jakarta Sentral Cawang. Hotel yang memang ditujukan untuk pebisnis ini memiliki fasilitas yang mumpuni meskipun berbintang 3.
 |
| Ibis Jakarta Sentral Cawang |
LOBBY
Kalau boleh saya ringkas, lobby Ibis Jakarta Sentral Cawang (IJSC) bisa disingkat dengan Loserba, Lobby serba ada. Selain tentunya ada meja resepsionis yang memanjang dengan beberapa staff yang siap mempersingkat proses check in, tentunya ada ruang tunggu berupa sofa merah memanjang dengan latar sign Ibis Cawang. Di sebelah sofa ada 2 unit komputer yang bisa digunakan tamu hotel. Berseberangan dengan internet corner ada mini bar yang meracik minuman signature IJSC. Sofa merah memanjang sudah terisi penuh? Jangan khawatir, ada lounge area dengan 1 sofa panjang dan beberapa meja bundar plus sofa yang nyaman untuk menunggu ataupun menerima tamu. Yang terakhir, ada mesin ATM di dalam lobby. Saya sangat memberikan nilai lebih jika hotel menyediakan mesin ATM di area hotel.
 |
| Area resepsionis |
 |
| Internet corner |
 |
| Mini bar |
 |
| La Carte Lounge |
IBIS KITCHEN
Masih di lantai yang sama dengan area lobby ada Ibis Kitchen yang melayani makan pagi, siang dan malam yang juga dibuka untuk umum. Secara area, Ibis Kitchen di IJSC sangat luas. Beberapa meja bahkan disiapkan untuk menampung 6-8 orang karena IJSC sering kali digunakan untuk kegiatan korporat. Selain itu ada pula ruangan outdoor untuk area merokok. Interior secara keseluruhan terlihat ceria dengan warna warni kursi yang berpadu dengan unsur kayu berwarna coklat terang.
 |
| Ibis Kitchen |
 |
| Menampung 6-8 orang |
 |
| Berdua juga bisa |
Sarapan pagi Ibis Kitchen mulai beroperasi sejak pukul 6 pagi. Saya cukup terperangah dengan menu yang sangat beragam. Mulai dari pembuka, menu utama hingga pencuci mulut terdapat beberapa variasi makanan yang jenisnya cukup banyak. Teman saya sempat berseloroh kalau IJSC adalah hotel bintang 3 dengan sarapan bintang 5. Tak salah memang, saat kami mempunyai kesempatan berbincang dengan salah satu staff, beliau mengiyakan statement kami karena GM IJSC sendiri yang menetapkan standar bintang 5 untuk menu-menu di Ibis Kitchen. Dilihat dari saladnya saja menyajikan varian yang cukup banyak dengan kacang merah dan buah zaitun melengkapi sayuran lainnya. Menu utamanya dibagi menjadi menu lokal dan mancanegara seperti spaghetti. Kuliner tradisional yang bergantian setiap hari seperti nasi campur atau nasi bogana yang lengkap dengan lauk pauknya juga menjadi nilai tambah sendiri untuk IJSC.
 |
| Menu beragam |
 |
| Kuliner lokal |
 |
| Mari sarapan |
Selain menu buffett untuk sarapan, menu ala carte untuk lunch dan dinner pun dibuat dengan standar bintang 5. Rasanya konsisten dengan penataan ala fine dining yang cantik. Untuk harga tak perlu khawatir, meskipun dengan standar bintang 5, deretan harga di buku menu tak ada yang melebihi angka 100 ribu rupiah, kecuali untuk minuman beralkohol. Untuk menu lokal rekomendasi saya adalah Mie Jawa untuk yang suka dengan rasa manis. Ada pula Iga Bakar dengan potongan Iga yang besar plus kuah segar berisi potongan sayuran. Ada pula tahu gimbal berisikan udang dan gado-gado dengan penyajian unik, dibentuk menyerupai lumpia berkulit daun selada dan kol sehingga lebih mudah untuk disantap.
 |
| Ala carte dengan harga terjangkau |
 |
| Ditata dengan sangat cantik |
 |
| Wisata kuliner tanpa harus meninggalkan hotel |
MEETING ROOM
Ada 6 meeting room terletak di lantai 3 tanpa digabungkan dengan ruangan-ruangan lain. Sangat baik karena peserta meeting sehingga tak akan terganggu dengan lalu lalang atau suara-suara dari pengunjung hotel pun sebaliknya tamu hotel tak terganggu dengan aktivitas peserta meeting. Di lantai ini juga terdapat mushalla untuk memusatkan semua aktivitas di lantai yang sama tanpa perlu terpisah-pisah. Selain itu ada 4 function room dengan ukuran lebih luas yang terletak di dekat area kolam renang. 4 ruangan ini bisa digabung menjadi main hall yang mampu menampung hingga 400 orang dengan penataan bangku tipe class room.
 |
| Meeting room 1 |
 |
| Meeting room 2 |
ROOM
Sebagai hotel berbintang 3, saya suka dengan penataan Ibis Merah yang distandarisasi di setiap hotelnya. Simple tapi memiliki fungsi maksimal. Misalnya saja penempatan meja kerja yang memanjang dan menghadap jendela (bukan hanya meja kecil sekadar ada). Menyambung dengan sofa kecil di sisi meja kerja, bisa untuk meletakan tas atau duduk santai melihat TV. Rak untuk meletakan barang juga difungsikan untuk meletakan chiller serta watter kettle. Di sebelahnya ada rak untuk menggantung pakaian dan meletakan extra pillow. Semuanya dibuat dengan simple penuh fungsi tapi tidak membuat kamar menjadi sempit.
 |
| Kamar nyaman dengan akses internet kencang |
 |
| Meja kerja dan sofa kecil |
 |
| Memaksimalkan ruangan tanpa membuat sempit |
 |
| Kejutan manis dari Ibis Jakarta Sentral Cawang |
Kamar mandinya, meskipun berkonsep tabung namun difinishing dengan baik sehingga terlihat rapi terlihat dari area kamar tidur. Bagian dalamnya juga tak sempit seperti kamar mandi tabung lainnya. Ada area washtafel lengkap dengan amenities, closet dan standing shower yang dipisahkan dengan pintu sehingga tidak akan membasahi area lain saat sedang mandi.
Label: 3 stars, Hotel, Jakarta, review